Hari ini 17 juni 2025, tak
terasa sudah tiga belas hari aku mengikuti pelatihan digital marketing di surau
kabbah inyiak tuah panampuang. Sebenarnya ada suatu keheranan dalam diriku
kenapa bisa mengikuti program ini. Aku ingin coba untuk tarik kebelakang tentang
bagaimana Informasi pelatihan ini ku peroleh. Siang itu di hari yang kulupa
tepatnya kapan. Ditengah kekalutan yang mendera diri dan dalam keinginan dalam
mendambakan sesuatu yang baru dalam rutinitas yang monoton saja. Secara tidak
sengaja saya menemukan informasi pelatihan ketika tengah asyik berselancar di sosmed
instagram. Meski diawal ku sempat bingung apakah aku akan mendaftar pelatihan
ini atau tidak.
Tapi setelah ku hinap manungkan semalaman. Ku pikir
barangkali ini adalah kesempatan untuk bagiku untuk menemukan suatu yang baru,
tempat di mana aku bisa belajar banyak hal, keluar dari rutinitas yang
membosankan, dan menemukan kembali semangat yang sempat karam.
Dengan niat yang lurus dan tekad yang tidak terlalu
kuat, akhinya kupaksakan untuk mendaftar, ku klik tautan pendaftaran yang
tertera di unggahan Instagram itu. Tak kusangka, prosesnya tidak sesederhana
yang kubayangkan. Ada beberapa berkas yang harus ku urus kekantor pemerintahan terkait dan beberapa formulir yang harus kuisi.
Selang beberapa hari, sebuah pesan masuk ke
WhatsApp ku. Syukur alhamdulliah ternyata pesan tersebut membawa pesan baik
kalau aku diterima pada tahap seleksi berkas sebagai peserta pelatihan digital
marketing yang diselenggarakan di Surau Kabbah Inyiak Tuah, Panampuang dan
selanjutnya aku harus mengikuti ujian tulis juga wawancara terlebih dahulu.
Singkat cerita Alhamdulillah aku lolos untuk mengikuti pelatihan Digital
Marketing di Surau Ka’bah.
Hari ini sudah hampir dua minggu aku mengikuti
pelatihan. Waktu memang berjalan begitu cepat, dan selama itu pula banyak hal
yang aku rasakan dan alami yang bahkan tak terpikirkan sebelumnya. Pelatihan
digital marketing ini bukan sekadar ajang belajar materi teknis seputar media
sosial, SEO, atau strategi konten. Ia menjadi ruang perjumpaan yang hangat,
tempat berbagi kisah, saling menyemangati, dan tentu saja, saling belajar satu
sama lain
Setiap pagi meski kadang terlambat aku datang ke
Surau Kabbah dengan semangat dan rasa penasaran “Hari ini akan belajar apa
lagi?” Dunia digital ternyata begitu luas, menantang, dan menjanjikan. Dari
materi tentang branding, praktik membuat konten, diskusi kelompok, hingga
tantangan-tantangan harian dari mentor semuanya menjadi pengalaman yang nyata
dan cukup membekas.
Sebenarnya ada satu hal yang membuatku betah adalah
suasana pelatihannya sendiri. Meski namanya pelatihan digital, tempatnya tidak
melulu kaku seperti di ruang kelas biasa. Surau Kabbah menjadi titik temu yang
unik perpaduan antara ilmu modern dan kearifan lokal. Di tengah waktu belajar,
aku juga diperbolehkan untuk menikmati teh hangat, kopi.
Teman-teman peserta pun datang dari latar yang
berbeda-beda. Ada yang sudah punya usaha kecil, ada yang baru ingin memulai.
Kami saling belajar, saling menyemangati. Tidak jarang, obrolan ringan tentang
pengalaman hidup masing-masing menjadi pelajaran berharga yang tak diajarkan di
modul pelatihan mana pun.
Kini, semakin mendekati akhir pelatihan, aku merasakan bagaimana pelatihan ini memberikan manfaat yang cukup besar bagiku. Aku mulai sadar bahwa sebenarnya peluang itu selalu ada, asalkan kita mau membuka mata, membuka hati, dan berani menjajaki jalan yang belum pernah ditempuh. Kadang yang kita perlukan bukanlah keyakinan yang sempurna, tapi keberanian kecil untuk mencoba—meskipun dengan ragu-ragu pada awalnya
Pelatihan ini telah menjadi oase bagi pikiranku
yang sempat kering, semangatku yang sempat redup. Dan
sekarang, tugasku adalah menjaga bara semangat ini tetap menyala, menerapkannya
dalam dunia nyata, dan membagikannya pada orang lain.
