Di
tengah kesibukan yang padat, Bupati Agam, Bapak Beny Warlis, menyempatkan diri
untuk singgah ke Surau Kabbah tempat kami mengikuti pelatihan digital marketing
selama dua minggu terakhir. Meskipun kunjungan beliau terbilang singkat, namun
jejak maknanya terasa begitu dalam bagi kami yang hadir.
Kedatangan
beliau bukan hanya menjadi sebuah kehormatan, tapi juga bentuk nyata dukungan
dari pemerintah terhadap upaya kecil yang sedang kami bangun: belajar,
bertumbuh, dan beradaptasi di era digital. Bupati tidak berlama-lama, namun
dalam keterbatasan waktu itu, beliau sempat menyapa, memberi semangat, dan menunjukkan
bahwa inisiatif seperti ini mendapat tempat di hati pemimpin daerah.
Di
sela-sela kesederhanaan ruang belajar kami, momen itu terasa seperti pengakuan.
Bahwa apa yang sedang kami upayakan di Surau Kabbah tempat belajar yang berpadu
antara teknologi dan kearifan lokaladalah bagian dari gerak pembangunan Agam
secara lebih luas. Kami percaya, perhatian sekilas dari seorang pemimpin, jika
datang dari niat yang tulus, bisa memberi dampak yang lama tertanam dalam
semangat peserta.
Tidak
banyak kata yang terucap, tapi cukup untuk menyulut rasa percaya diri. Bagi
kami, kunjungan itu adalah simbol harapan. Ia menjadi pengingat bahwa
perubahan, meskipun dimulai dari tempat sederhana seperti surau ini, tetap bisa
bermakna besar selama ada kemauan, dukungan, dan keyakinan bersama.
Surau
Kabbah hari itu menyimpan momen kecil yang berharga sebuah singgahan singkat
dari seorang pemimpin, yang meninggalkan semangat panjang dalam perjalanan
kami.
